Showing posts with label Latoh. Show all posts
Showing posts with label Latoh. Show all posts
Yuph! Kali ini saya akan membagikan resep makanan unik ini dari Natuna, yakni pulau kelahiran saya yang tercinta. Dan sedikit bercerita tentang makanan aneh bin unik ini, yaitu anggur laut atau kaviar hijau begitulah orang Jepang menyebutnya, sedangkan orang Natuna sendiri menyebutnya dengan nama Latoh. Sekilas memang mirip dengan anggur yang memiliki buah yang kecil-kecil, namun ia tumbuh di laut.
Latoh merupakan sejenis rumput laut yang yang bisa di makan, terutama untuk spesies Caulerpa Lentillifera dan Caulerpa Racemosa. Keduanya sama-sama memiliki rasa pedas, namun masyarakat Natuna lebih menyukai Caulerpa Lentillifera (Latoh Miyang dalam bahasa Natuna) ketimbang Caulerpa Racemosa (Latoh Dess dalam bahasa Natuna), karena Caulerpa Racemosa memiiki rasa yang lebih pedas.
Di Indonesia banyak juga terdapat tanaman Latoh ini, terutama untuk wilayah yang dekat dengan laut dan kondisi perairannya yang sangat baik untuk perkembangan tumbuhan ini di alam liar. Biasanya di beberapa tempat Latoh di jadikan lalapan yang di campur dengan kelapa dan sedikit rempah-rempah lainnya.
Latoh merupakan sejenis rumput laut yang yang bisa di makan, terutama untuk spesies Caulerpa Lentillifera dan Caulerpa Racemosa. Keduanya sama-sama memiliki rasa pedas, namun masyarakat Natuna lebih menyukai Caulerpa Lentillifera (Latoh Miyang dalam bahasa Natuna) ketimbang Caulerpa Racemosa (Latoh Dess dalam bahasa Natuna), karena Caulerpa Racemosa memiiki rasa yang lebih pedas.
Di Indonesia banyak juga terdapat tanaman Latoh ini, terutama untuk wilayah yang dekat dengan laut dan kondisi perairannya yang sangat baik untuk perkembangan tumbuhan ini di alam liar. Biasanya di beberapa tempat Latoh di jadikan lalapan yang di campur dengan kelapa dan sedikit rempah-rempah lainnya.
Di Natuna Latoh biasa di jadikan Silong atau di makan mentah, sebelum itu Latoh harus di cuci bersih dari kotoran yang menempel lalu di padukan dengan saus atau sambal pendamping yang memiliki rasa pedas manis, maupun asin gurih yang segar.
Dan berikut saya akan membagikan resep pembuatan salad Latoh yang di padukan dengan buah dan sayuran. Dengan perpaduan rasa antara Latoh yang memiliki rasa yang segar dan sedikit asin gurih di padukan dengan buah mangga dan jeruk dengan rasa yang manis yang segar, serta juga ada campuran sayur sawi dan sayur selada akan semakin menambah kaya rasa salad ini.
Rasa manis, asin dan asam yang segar sangat seimbang dalam salad ini, dan berikut resepnya.
Bahan-bahan:
1. Latoh Miyang (Caulerpa Lentillifela) dalam keadaan segar 500gram
2. Jeruk nipis 2 buah (untuk menghilangkan bau amis latoh)
3. Buah mangga 1 buah (pilihlah mangga yang rasanya manis)
4. Jeruk Mandarin 1 buah (atau juga bisa di ganti dengan jeruk lainnya yang rasanya manis)
5. Sayur sawi hijau 4 lembar.
6. Sayur selada merah 4 lembar
Cara membuat:
Bersihkan terlebih dahulu Latoh dengan air bersih, pastikan tidak ada kotoran dan pasir yang masih menempel.
Kemudian siapkan satu buah mangkok dengan isi air perasan jeruk nipis, lalu masukkan Latoh sambil di aduk lalu diamkan beberapa menit hingga bau amis hilang.
Tahap berikutnya, kupas buah mangga lalu potong dengan ukuran sesuai selera, ingat jangan terlalu besar. Kemudian kupas juga buah jeruk, setelah itu siapkan daun sawi dan daun selada dan taruhlah dalam mangkok. (Ingat buah sebelum di potong harus di bersihkan terlebih dahulu dengan air bersih dan termasuk juga sayur-sayuran)
Dan yang terakhir adalah menyajikan salad dalam satu wadah, sebelumnya tiriskan Latoh dari rendaman air perasan jeruk nipis dan kemudian satukan buah dan sayuran di atas.
Untuk penyajiannya terserah apabila buah dan sayuran di potong-potong lebih kecil lagi terlebih dahulu atau Latoh dan buah jeruk serta mangga di bungkus dalam daun sayur sawi dan selada kemudian di makan, itu semua sesuai selera anda masing-masing.
Dan itulah resep aneh bin unik dari Natuna, jangan lupa baca juga artikel terkait lainnya. Dan bagi anda yang tertarik untuk mencoba membuat salad ini, selamat mencoba. . . .!!
Latoh adalah sejenis rumput laut dengan nama lainnya adalah Caulerpa dari kelompok Chlorophyceae (alga hijau). Jenis rumput laut ini dikenal
sebagai lalapan, salad atau sayuran yang sangat diminati oleh masyarakat dalam
negeri maupun luar negeri. Seperti Jepang, Korea, China, dan beberapa negara
Eropa.
Beberapa spesies terutama Caulerpa lentillifera dan C. racemosa biasa dimakan dan disebut dengan nama "kaviar hijau", atau "anggur laut", namun di Natuna Caulerpa lentillifera di sebut dengan Latoh Miyang (Miyang artinya gatal) dan C. racemosa adalah Latoh Dees (Dees artinya pedas). Keduanya memang memiliki rasa yang pedas, namun menurut masyarakat Natuna Latoh yang paling enak adalah Latoh Miyang, karena selain biji buah lebih kecil begitu juga batangnya, akan tetapi rasanya juga lebih enak dari Latoh Dees karena tidak terlalu pedas.
![]() |
| Caulerpa Racemosa |
![]() |
| Caulerpa Lentillifera |
Latoh atau anggur laut biasa dimakan dalam masakan Indonesia, biasanya Latoh di makan dalam keadaan segar bisa di buat lalapan, salad ataupun sayuran lainnya. Di negara Malaisya bagian Sabah biasa menyebutnya Latok dan Filipina menyebutnya dengan Lato.
Untuk Latoh jenis Caulerpa Lentillifera sangat di minati di beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea dan China. Pasar ekspor Caulerpa saat ini cukup terbuka meski di beberapa negara seperti Jepang
sudah mengembangkan budidayanya. Rumput laut yang juga dikenal sebagai
lawi-lawi atau latoh ini masuk dalam kategori tumbuhan tingkat rendah
yang hidup dengan menempel pada substrat pasir.
Caulerpa, selain sebagai konsumsi juga digunakan sebagai
obat pada beberapa jenis penyakit. Hal ini karena Caulerpa mengandung
zat antibakteri, antimikroba, antijamur, serta zat bioaktif untuk
penyakit tekanan darah tinggi dan tumor.
Kandungan klorofil (zat hijau daun) rumput laut ini bersifat
antikarsinogenik. Juga kandungan serat, selenium, dan seng yang tinggi
pada rumput laut ini bisa mereduksi (mengurangi) estrogen (jenis hormon).
Disinyalir bahwa level estrogen yang terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya
kanker. Selain itu Caulerpa juga digunakan dalam penggunaan di akuarium
untuk ikan hias yang berasal dari laut, sebagai hiasan yang bisa
menstabilkan kualitas air dalam akuarium.
Untuk ciri-cirinya, berwarna hijau dengan thallus (cabang) berbentuk
lembaran, batangan, dan bulatan. Selain itu memiliki tekstur lunak keras
dan siphonous. Dengan rumpun berbentuk percabangan dari yang sederhana
sampai yang kompleks sebagai representatif dari akar, batang, dan daun
yang menjalar.
Sedangkan dalam perkembangbiakannya, terjadi dengan perkawinan gamet, spora, dan fragmentasi thallus atau vegetatif.
Untuk makanan olahan Latoh segar baik lalapan ataupun salad silahkan juga baca:
Kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang makanan yang unik dari Natuna, yaitu Latoh silong. Dalam bahasa Natuna silong artinya memakan makanan secara mentah, memang agak sedikit mirip memang dengan sashimi jepang, namun silong biasa identik dengan makanan dari laut yang di konsumsi secara mentah. Untuk cara penyajiannya juga berbeda, masyarakat Natuna biasanya akan terlebih dahulu membersihkan makanan yang hendak di buat silong dengan membasuhnya dengan perasan air jeruk lalu diamkan beberapa saat hingga bau amisnya hilang.
Selain di beberapa daerah di Indonesia, Latoh juga di kenal di mancanegara seperti di wilayah Asia, antara lain di negara Jepang, Korea dan China dan bahkan di Negara Eropa, karena tumbuhan sejenis rumput laut ini hampir tumbuh di seluruh dunia. Di luar negeri Latoh di kenal dengan "anggur laut" atau "kaviar hijau", di negara Malaisya bagian Sabah menyebutnya dengan "Latok" dan Filipina menyebutnya "Lato".
Tumbuhan ini sangat unik, selain memiliki biji buah yang kecil-kecil namun rasanya juga segar dan asin gurih, tumbuhan ini juga sangat kaya akan manfaat, Latoh atau bahasa lainnya Caulerpa selain sebagai konsumsi juga digunakan sebagai
obat pada beberapa jenis penyakit. Hal ini karena Caulerpa mengandung
zat antibakteri, antimikroba, antijamur, serta zat bioaktif untuk
penyakit tekanan darah tinggi dan tumor.
Kandungan klorofil (zat hijau daun) rumput laut ini bersifat
antikarsinogenik. Juga kandungan serat, selenium, dan seng yang tinggi
pada rumput laut ini bisa mereduksi (mengurangi) estrogen (jenis hormon). Disinyalir bahwa level estrogen yang terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya
kanker.
Di Natuna Latoh di kenal memiliki 2 jenis yang bisa di makan, yaitu Latoh Dees (Caulerpa Racemosa) dalam bahasa Natuna yang artinya Latoh pedas dan juga Latoh Miyang (Cauerpa Lentillifera) yang artinya Latoh gatal. Masyarakat Natuna lebih menyukai rasa dari Latoh Miyang ketimbang Latoh Dees, karena Latoh Miyang di anggap rasanya tidak terlalu pedas di banding Latoh Dees, dan meskipun di ketahui keduanya memiliki rasa yang pedas.
Bahan-bahan:
1. Latoh Dess atau Latoh Miyang segar 500gram
2. Jeruk nipis 3 buah
Cara membuatnya:
Bersihkan Latoh terlebih dahulu dengan air bersih sampai benar-benar bersih dari kotoran pasir yang biasanya menempel, dan kemudian iris dan peras jeruk nipis dalam sebuah wadah, lalu siapkan Latoh yang telah di cuci tadi dan kemudian di rendam atau di diamkan dalam perasan air jeruk hingga bau amisnya hilang (ingat jangan lupa Latoh di aduk agar air jeruknya merata di seluruh bagian).
Setelah itu tiris Latoh lalu siapkan di atas piring untuk di sajikan, dan kemudian tahap selanjutnya untuk membuat sambalnya.
Untuk membuat sambal sederhana untuk Latoh sangat mudah, dan rasanya juga di sesuaikan dengan selera yang di inginkan. Berikut cara sederhananya:
Bahan-bahan:
1. Cabe rawit hijau (Cabe rawit merahpun boleh) sebanyak 11 butir
2. Bawang merah 2 siung
3. Bawang putih 1 siung
4. Jeruk nipis 1 buah
5. Garam 1/4 sendok makan
6. Vetsin 1/4 sendok makan
Cara membuatnya:
Bersihkan terlebih dahulu cabe rawit, bawang serta jeruk nipisnya, kemudian tumbuk kasar cabe rawit, bawang merah dan bawang putih lalu masukkan garam serta vetsin.
Setelah semua tercampur, lalu iris dan peras jeruk nipis 1 bagian kedalam sambal yang telah di tumbuk kasar tadi. Ingat jangan menumbuk terlalu halus, karena sambal yang di buat adalah sambal yang bentuknya agak kasar. Bila sambalnya kurang rasa asam maka cukupkan satu buah utuh jeruk nipis di peras kedalam sambal.
Jika semua langkah di atas telah selesai maka siaplah sambal untuk silong latoh yang memiliki perpaduan rasa pedas, asin dan asam yang segar menyatu dengan sempurna dan akan semakin menambah selera makan. Biasanya masyarakat Natuna makan Latoh silong dengan nasi atau ikan salai, ikan goreng atau juga ikan bakar.
Jika ingin menambah rasa manis pada sambal cukup tambahkan gula, atau bisa juga mengganti jeruk nipis dengan jeruk yang rasanya manis.
Nah itulah resep sederhana membuat Latoh silong, semoga bermanfaat dan selamat mencobanya di rumah!
Silahkan juga baca artikel terkait lainnya, Simbek(Tuna) silong dengan saus jeruk limau manis, Salad Latoh dengan buah dan sayuran segar






