Welcome to My Blog!

Enjoy Reading!
Follow Me
Barangkali beberapa teman yang sering membaca postingan blog saya pasti bertanya-tanya kenapa saya suka memposting hal terkait makanan khas Natuna?! dan jawaban saya: itu karena selain saya suka makan dan suka bereksperimen dengan makanan saya juga ingin mengangkat salah satu ciri khas budaya dari daerah kelahiran saya, karena pikir saya jika bukan saya yang melakukannya lalu siapa lagi.



Dan pertanyaan berikutnya mungkin, lebih suka mana posting tentang makanan atau tentang hal yang berkaitan dengan masalah pribadi atau pengalaman? jawaban saya: sebenarnya saya tidak mengkhususkan membuat blog ini menjadi blog khusus untuk membahas tentang makanan, melainkan sesuka hati saya saja untuk memposting tentang hal apa saja termasuk pengalaman hidup saya dan saya juga tidak punya rule mode dalam membuat blog ini, jadi semua tentang hal yang menarik bagi saya untuk di bagikan ke pembaca maka itu adalah hal yang akan saya lakukan(barangkali itu tidak menarik bagi pembaca-terserah~)

Dan yang terpenting saya senang melakukan apa yang saya sukai tanpa ada rasa menyesal dan terkekang.

Pertanyaan lain: apa yang bagus dari blog anda? dan kenapa anda suka dengan blogging?
Saya; Mmmm... tidak penting bagus atau tidaknya blog saya bagi orang lain karena menurut saya itu hak masing-masing untuk menilai, saya tidak berharap untuk di sukai bahkan untuk di benci, jadi dalam memposting di blog, saya hanya turuti kata hati saja dan saya toh juga bukan blogger yang telah berumur seabad jadi masih perlu banyak belajar.

Alasan kenapa suka? sebenarnya saya tidak terlalu sering menulis bahkan memposting sesuatu untuk di blog saya, saya sebenarnya pernah memiliki satu blog semenjak semester awal ketika kuliah, namun harus saya tutup karena saya bosan dan tidak merasa minat lagi untuk menulis(alasan lainnya karena htmlnya rusak). Dan entah kenapa sekarang saya kembali tertarik untuk menulis sesuatu lagi, mungkin juga suatu gairah mulai muncul lagi dalam diri saya, selain karena melihat perkembangan daerah saya Natuna sangat lamban, dan tak banyak rujukan di internet yang bisa membantu memperkenalkan tentang daerah saya supaya lebih terkenal dan saya sedikit berharap dengan begitu akan menyumbang perubahan dan kemajuan bagi Natuna (setidaknya saat ini saya masih berusaha~)


Pernah mendengar kata duyek? kata duyek mungkin agak asing di telinga anda dan anda mungkin bertanya-tanya apakah itu duyek sejenis nama makanan? nama tempat atau daerah? atau nama orang? hehe! dan maklum saja jika anda tidak tau tentang duyek, karena duyek adalah bahasa melayu Natuna untuk gurita. Dan kalau gurita anda pasti tau kan? masa gak tau?? hehe..  dan kalau Natuna bagaimana. . . . . .??  
                  
Aah....! sudah lupakan. . . . .!!       wajar jika anda juga agak asing mendengar nama Natuna, karena wajar Natuna adalah kepulauan kecil yang terletak jauh di utara berbatasan langsung dengan laut china selatan (LCS), dan yuph! wilayah ini pasti sangat terpencil. . . . atau yahh! bisa di bilang terisolir dari kemajuan dan modernnya perkotaan.

Kali ini saya akan sedikit sharing tentang makanan khas Natuna, meski sebenarnya jika anda berkunjung ke Natuna anda akan sulit untuk menikmati atau mencicipi makanan satu ini, karena biasanya makan silong(makan mentah) tidak di jual di warung atau rumah makan di Natuna dan bila anda ingin mencicipi sensasi rasa baru dan unik dari makanan ini maka anda harus membuatnya sendiri atau meminta salah seorang penduduk asli untuk membuatnya.

Jika anda beruntung anda juga bisa mencoba menangkapnya di laut, karena tidak sulit untuk mendapatkan gurita disini, apalagi jika airnya surut dan biasanya masyarakat Natuna sering memanfaatkan waktu air laut surut ini untuk mencari kepiting, ikan-ikan kecil, maupun kerang, udang, latoh dan sebagainya. 

Mencari gurita di Natuna di sebut "ng-ijek" ini di karenakan alat yang di gunakan di namai "ijek", dan ijek sendiri yakni alat pancing yang terbuat dari bambu panjang  kecil yang panjangnya kira-kira ukuran 5 - 7,5 meter, dan ujung pancing dari bambu ini diikat dengan sedikit sabut kelapa dan juga dengan umpan yakni kaki kepiting/uguy, dalam bahasa Natuna uguy yakni sejenis kepiting berwarna putih yang sering membuat sarang/lubang di tepi pantai, jenis kepiting ini tidak dimakan namun terkadang sering di jadikan untuk obat.

**Tambahan info bahwa di Natuna gurita dibedakan atas duyek(gurita ukuran besar/raksasa) dan qitak/ghitak(gurita yang ukurannya kecil)

**Di Natuna gurita biasa di tangkap dengan menggunakan umpan kaki kepiting/uguy yang di ikat di ujung bambu yang panjang dan dilakukan seolah seperti sedang memancing. Sedang untuk menangkap duyek/gurita ukuran besar biasanya nelayan melakukan penyelaman ke tempat lebih dalam dimana lebih banyak terumbu karangnya, alat yang digunakan cukup sederhana hanya dengan kacamata selam serta besi tajam yang panjang kira-kira 1,5 meter sebagai alat tangkapnya.

~~~~~Lanjut untuk membahas tentang makanan tadi, untuk pembuatannya memang tidak sulit dan sangat sederhana serta murah meriah karena bahan utama hanya duyek atau gurita segar dan sedikit bumbu yang sangat mudah ditemui dimanapun.



Bicara soal makanan khas Natuna sebenarnya banyak sekali yang bisa di temukan dan untuk di ekspos ke luar, namun tentu saja hanya terkendala beberapa hal yang mungkin untuk memperkenalkan beragam kekayaan tradisi  budaya serta keanekaragaman yang ada disini belum mampu di lakukan sepenuhnya.

Saya sendiri merasa bangga dengan apa yang dimiliki oleh tanah kelahiran saya Natuna, dan maka dari itu sedikit demi sedikit saya berusaha memperkenalkan setiap budaya yang dimiliki oleh Natuna tercinta, dan salah satunya makanan yang sederhana ini, maklum jika untuk makanan yang sulit/banyak komponen bahan dan bumbu saya masih belum bisa untuk mempostingnya karena saya bukan chef ahli hehe!

Namun jangan khawatir jika anda ingin mengetahui lebih banyak tentang harta terpendam Natuna yang satu ini, yakni "makanan-nya" karena suatu saat saya akan melakukannya hanya untuk anda, hehe.., Saya katakan terpendam karena sebenarnya tidak banyak orang mengetahui tentang beragam macam makanan yang enak dari pulau kecil ini serta beragam makanan khas dari Natuna lainnya yang memiliki cita rasa yang menurut saya unik dan luar biasa, hehe! sorry bukannya agak lebay, tapi yaa begitulah.... setiap orang pasti akan membangga banggakan tanah kelahirannya.. hehe!
Dari pada membicarakan hal yang akan menggiring kita jauh dari topik bahasan, lebih baik langsung di bahas aja yaa.. heheh!

Hal yang mengembirakan tentang makanan ini yakni bahan utamanya gurita sangat kaya akan manfaat bagi kesehatan, seperti di ketahui kandungan manfaat gurita sebagai berikut;  

1. Gurita kaya akan mineral penting antara lain kalsium, fosfor kalium, dan selenium. Membantu tubuh dalam melakukan fungsi vital yang berbeda.

2. Vitamin A, B dan C di gurita juga bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan dari tubuh.

3. Gurita merupakan sumber asam omega-3 lemak esensial, yang sangat efektif dalam mengurangi risiko penyakit jantung, kanker dan depresi. Meningkatan daya otak pada anak-anak dan bermanfaat dalam mencegah penyakit seperti bronkitis kronis dan penyakit Alzheimer.

4. Taurin terkandung dalam gurita merupakan asam organik penting yang bertindak sebagai antioksidan dan efektif dalam degenerasi makula dan penyakit mata yang serius. Taurin mengurangi tekanan darah dan kadar kolesterol, sehingga mencegah arteriosclerosis. Studi menunjukkan bahwa komponen ini sangat membantu dalam memperkuat otot-otot jantung.

5. Daging gurita rendah lemak, konsumsi daging gurita merupakan pilihan terbaik bagi orang-orang yang sadar tentang asupan kalori mereka.

6. Sebuah sumber zat besi dalam gurita membantu dalam pembentukan sel darah merah, perkembangan otak dan pengaturan suhu tubuh. Kekurangan zat besi menyebabkan kelemahan, kelelahan dan anemia.






Dan berikut adalah cara membuatnya, namun terlebih dahulu sediakan bahan:

1. Gurita(duyek) segar 850grm
2.Jeruk nipis 2 buah
3.Cabe rawit hijau 7 butir
4.Bawang putih 2 siung
5. Bawang merah 3 siung
6.Garam secukupnya
7.Vetsin secukupnya

 Cara membuat;

1. Cuci bersih gurita/duyek hingga tidak ada kotoran yang menempel.

2. Potonglah kecil-kecil lengan gurita hingga ke kepala dengan ukuran sesuai selera anda.

3. Belah dan peras 1 jeruk nipis kemudian masukkan kedalam mangkok, lalu irisan atau potongan gurita tadi di campurkan ke perasan air jeruk nipisnya sambil di aduk dan diamkan beberapa menit, cara ini dilakukan agar bau amis dari gurita hilang.

4. Tahap berikut membuat cucol sambel lade(sambal lada), yakni tumbuk halus cabe rawit, kemudian bawang putih serta bawang merah lalu masukkan garam dan vetsin.

5. Dan cara yang terakhir; potong 1 buah jeruk nipis yang tersisa dan kemudian peras kedalam sambal lada yang sudah di buat tadi, dan campurkan juga dengan irisan guritanya lalu sajikan.

Ini memang kelihatan sangat mudah, namun untuk penyajian yang pas dan memunculkan rasa yang khas dari makanan ini harus diperhatikan, seperti rasa asam dan asin segar yang berpadu dengan pedasnya cabe rawit serta segarnya gurita bisa di munculkan. 

Dan meski gurita dalam keadaan segar atau mentah ini dimakan sangat berbeda dari makanan olahan gurita pada umumnya belum tentu juga makanan ini harus dianggap enteng, karena khasiatnya seperti di uraikan di atas tentu banyak sekali manfaatnya.

Demikianlah sharing info makanan unik dan khas dari Natuna kali ini, dan untuk sekedar info; Duyek cucol sambel lade ini adalah salah satu makanan silong (makanan yang di konsumsi mentah) yang kerap kali di budayakan oleh masyarakat Natuna dan khususnya bagi masyarakat yang tinggal akrab dengan pesisir atau laut. Hal ini di karenakan mereka yang tinggal dekat dengan laut atau pesisir lebih sering mengkomsumsi makanan laut yang di dapat dalam keadaan segar.


Gurita (ghitak/duyek dalam bahasa Natuna) adalah hewan moluska dari kelas Cephalopoda (kaki hewan terletak di kepala). Gurita (Octopoda) terdiri dari 300 spesies yang mencakup sepertiga dari total spesies kelas Cephalopoda dan hidup di terumbu karang di samudera.
Gurita dalam bahasa Inggris disebut Octopus (Yunani: Ὀκτάπους, delapan kaki) yang sering hanya mengacu pada hewan dari genus Octopus.

Gurita seperti di ketahui tidak memiliki umur yang panjang karena pada beberapa spesies gurita hanya berumur hingga 6 bulan dan ada yang sampai 5 tahun.

Di Natuna gurita di bedakan atas dua sebutan, yang pertama yakni gurita disebut juga dengan ghitak yaitu mengacu kepada gurita yang ukurannya kecil, dan duyek untuk gurita ukurannya besar atau raksasa. Sebenarnya penyebutan yang berbeda hanya mengacu pada jenis spesies gurita yang berbeda dan juga karena ukuran tubuhnya saja, namun tetap saja gurita tersebut baik ghitak dan duyek memiliki rasa yang hampir sama. 

Gurita kerap dijadikan olahan makanan oleh masyarakat Natuna, baik di olah menjadi masakan dengan berbagai campuran bumbu seperti gulai, tumis dan lain-lain hingga dengan bumbu yang sangat  sederhana yang disebut makan silong (mentah).



Anda mungkin pernah mendengar makanan sashimi ala Jepang yang di makan secara mentah, yakni untuk makanan olahan laut seperti ikan, kerang, udang dan gurita dan lain-lainnya dan juga bahkan sayuran maupun daging. Nah! di Natuna ada yang namanya makan Silong atau juga makanan yang di makan secara mentah, dan biasanya yang di jadikan silong adalah makanan laut, dan salah satunya adalah gurita.

Dan kali ini saya akan berbagi resep menu unik Natuna ini kepada anda para pembaca blog mynameszawir, yakni silong gurita check it out . . .!


 Bahan-bahan:

1. Gurita 500gram (ghitak)

2. Jeruk nipis 1 buah

Cara membuat:

Bersihkan gurita dengan air bersih hingga tidak ada kotoran yang masih menempel, lalu potonglah kecil-kecil lengan gurita, potonglah sesuai keinginan atau selera.

Lalu lumuri potongan gurita tadi dengan perasan air buah jeruk nipis yang telah disebutkan di atas, dan diamkan hingga bau amis hilang.

Selanjut untuk bumbu atau juga sambal coleknya:


1. Cabe rawit hijau 7 butir

2. Bawang merah 2 siung

3. Bawang putih 1 siung

4. Garam 1/4 sendok makan

5. Vetsin 1/4 sendok makan

6. Jeruk nipis 1 buah (bisa juga diganti dengan jeruk lainnya)

Cara membuat:

Tumbuk halus semua bumbu diantaranya cabe rawit, bawang dan juga masukkan garam dan juga vetsin. Jangan sampai terlalu halus, sisakan bagian yang kasar dari bumbu tersebut, lalu langkah terakhir potong jeruk nipis lalu peras kedalam sambal dan untuk rasa sambal sesuikan dengan selera anda. Apakah ingin rasa yang pedas manis, asam dan juga rasa asin.

Rasa sambal colek/cocol yang biasa di buat oleh masyarakat Natuna seperti diatas adalah memiliki rasa asin, pedas dan juga ada perpaduan rasa asam segar dari jeruk nipis. Namun anda bisa mengubah bahan untuk sambal coleknya sesuai selera anda masing-masing.

Adapun kandungan manfaat gurita bagi kesehatan yakni :

1. Gurita kaya akan mineral penting antara lain kalsium, fosfor kalium, dan selenium. Membantu tubuh dalam melakukan fungsi vital yang berbeda.

2. Vitamin A, B dan C di gurita juga bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan dari tubuh.

3. Gurita merupakan sumber asam omega-3 lemak esensial, yang sangat efektif dalam mengurangi risiko penyakit jantung, kanker dan depresi. Meningkatan daya otak pada anak-anak dan bermanfaat dalam mencegah penyakit seperti bronkitis kronis dan penyakit Alzheimer.

4. Taurin terkandung dalam gurita merupakan asam organik penting yang bertindak sebagai antioksidan dan efektif dalam degenerasi makula dan penyakit mata yang serius. Taurin mengurangi tekanan darah dan kadar kolesterol, sehingga mencegah arteriosclerosis. Studi menunjukkan bahwa komponen ini sangat membantu dalam memperkuat otot-otot jantung.

5. Daging gurita rendah lemak, konsumsi daging gurita merupakan pilihan terbaik bagi orang-orang yang sadar tentang asupan kalori mereka.

6. Sebuah sumber zat besi dalam gurita membantu dalam pembentukan sel darah merah, perkembangan otak dan pengaturan suhu tubuh. Kekurangan zat besi menyebabkan kelemahan, kelelahan dan anemia.


Dan demikianlah postingan kali ini semoga bermanfaat, . . .