Welcome to My Blog!

Enjoy Reading!
Follow Me
Silong dalam bahasa Natuna artinya makanan yang di konsumsi mentah-mentah, hampir sama memang dengan Sashimi dari Jepang, namun Silong hanya merujuk pada makanan mentah yang biasanya dari hasil laut seperti ikan, udang, kerang, gurita dan lain-lain. Pengolahannya memang sangat sederhana sama halnya sashimi, letak perbedaan dengan sashimi adalah olahan makanan silong yang telah di potong dan di bersihkan akan terlebih dahulu di lumuri dengan perasan air jeruk nipis agar bau amisnya hilang, yaa itulah cara orang unik orang Natuna dalam cara mengatasi bau amis dari makanan segar. Cara ini sangat ampuh 99% untuk mengatasi bau amis seperti ikan maupun daging sapi dan ayam. 


Jika anda adalah penggemar makanan sashimi ala Jepang dan sering makan di restoran Jepang lalu mengganggap bahwa tradisi makan makanan laut secara mentah hanya di miliki oleh orang Jepang maka anda salah. Sebenarnya di Indonesia sendiri banyak tradisi seperti ini, namun hanya tidak terekspos ke luar, salah satunya makanan sashimi ala Jepang ini sudah ratusan tahun ada di budaya masyarakat Natuna, walau tidak ada pembuktian sejarah memang, tapi begitulah tutur masyarakat Natuna perihal makanan silong ini.

Pulau Natuna memang sangat kaya akan hasil tangkapan laut maka tak salah budaya makan silong melekat di daerah ini, pulau ini terberkati dengan mudahnya mendapatkan makanan laut yang sehat sekaligus amat bergizi.

Budaya makan makanan secara mentah memang tak banyak di lakukan oleh masyarakat di beberapa negara di dunia, khususnya bagi negara yang sangat susah memperoleh makanan yang segar secara langsung dari alam. Jepang salah satu negara yang memiliki kekayaan laut yang sangat besar, rata-rata masyarakatnya mengkonsumsi makanan olahan laut secara segar yakni tanpa di masak.

Memang keadaanlah yang membuat tradisi ini terus berlangsung di masyarakat seperti di negara Jepang, dan tak terkecuali juga di Natuna. Bila anda pencinta makanan sashimi lalu hendak melancong  ke Natuna hendak mencari tau bagaimana rasa sashimi/silong ala Natuna, maka anda tak akan mudah menemukannya di rumah makan atau warung yang menjual makanan di pinggir jalan, karena rata-rata masyarakat tak menjualnya melainkan silong hanya untuk di konsumsi oleh keluarga sendiri. Namun jangan berkecil hati setelah membaca apa yang saya jelaskan bahwa makanan silong tidak di jual di Natuna, karena di Natuna anda bisa membuatnya sendiri dan caranya amat sangat mudah dan juga murah meriah.

Berikut salah satu resep makanan khas Natuna yakni Silong ikan simbek(Tuna) dengan saus jeruk limau yang mungkin bisa anda pelajari dan kemudian di praktekkan di rumah.





Bahan-bahan:

1. Ikan Tuna 3kg dengan kualitas daging yang baik

2. Jeruk nipis 3 buah

Cara membuat:

Langkah pertama potong terlebih dahulu ikan tuna secara menyamping dari ekor kemudian ke kepala, harus dengan hati-hati memotongnya, ingat pisahkan daging tuna dan hanya menyisakan bagian tulangnya saja.

Setelah langkah pertama selesai lanjut untuk memotong bagian ikan tuna di bagain sebelahnya, setelah selesai potonglah 2 bagian ikan tuna secara memanjang seperti gambar.



Setelah selesai buanglah kulit luar ikan tuna, karena yang di butuhkan untuk silong tentu saja daging tunanya.

Kemudian potong-potong daging ikan tuna sesuai selera, terserah seperti apa bentuk yang di inginkan baik berbentuk persegi, lancip atau pun dari segi ketebalan potongannya.



Selanjutnya  iris 3 buah jeruk nipis dan peras masukkkan kedalam mangkok, kemudian lumuri semua potongan ikan tuna yang telah di potong kedalam mangkok tersebut, diamkan beberapa menit hingga amisnya hilang lalu sajikan di atas piring.
Jikal telah selesai maka lanjut ketahap berikutnya untuk cara membuat sausnya.


Bahan-bahan:

1. Jeruk limau manis 1 buah
2. Asam jawa 1 sendok makan 
3.Gula pasir putih 1/4 sendok makan
4. Garam 1/4 sendok makan
5. Vetsin 1/4 sendok makan


Cara membuatnya:

Peras terlebih dahulu jeruk limau kedalam mangkok kecil, lalu campurkan dengan asam jawa, gula pasir, garam dan vetsin di aduk hingga merata. Dan saus jeruk limau manispun sudah siap di hidangkan.


Nah begitu mudahnya resep Silong simbek di buat, jika ingin tambahan rasa pedas cukup di tambah dengan cabe rawit sesuai selera. Selamat mencoba. . . .!!!



Baca juga artikel lainnya:



Latoh adalah sejenis rumput laut dengan nama lainnya adalah Caulerpa dari kelompok Chlorophyceae (alga hijau). Jenis rumput laut ini dikenal sebagai lalapan, salad atau sayuran yang sangat diminati oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri. Seperti Jepang, Korea, China, dan beberapa negara Eropa.

Beberapa spesies terutama Caulerpa lentillifera dan C. racemosa biasa dimakan dan disebut dengan nama "kaviar hijau", atau "anggur laut", namun di Natuna Caulerpa lentillifera di sebut dengan Latoh Miyang (Miyang artinya gatal) dan C. racemosa adalah Latoh Dees (Dees artinya pedas). Keduanya memang memiliki rasa yang pedas, namun menurut masyarakat Natuna Latoh yang paling enak adalah Latoh Miyang, karena selain biji buah lebih kecil begitu juga batangnya, akan tetapi rasanya juga lebih enak dari Latoh Dees karena tidak terlalu pedas. 


Caulerpa Racemosa

Caulerpa Lentillifera



Latoh atau anggur laut biasa dimakan dalam masakan Indonesia, biasanya Latoh di makan dalam keadaan segar bisa di buat lalapan, salad ataupun sayuran lainnya. Di negara Malaisya bagian Sabah biasa menyebutnya Latok dan Filipina menyebutnya dengan Lato.

Untuk Latoh jenis Caulerpa Lentillifera sangat di minati di beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea dan China. Pasar ekspor Caulerpa saat ini cukup terbuka meski di beberapa negara seperti Jepang sudah mengembangkan budidayanya. Rumput laut yang juga dikenal sebagai lawi-lawi atau latoh ini masuk dalam kategori tumbuhan tingkat rendah yang hidup dengan menempel pada substrat pasir.

Caulerpa, selain sebagai konsumsi juga digunakan sebagai obat pada beberapa jenis penyakit. Hal ini karena Caulerpa mengandung zat antibakteri, antimikroba, antijamur, serta zat bioaktif untuk penyakit tekanan darah tinggi dan tumor. 

Kandungan klorofil (zat hijau daun) rumput laut ini bersifat antikarsinogenik. Juga kandungan serat, selenium, dan seng yang tinggi pada rumput laut ini bisa mereduksi (mengurangi) estrogen (jenis hormon).

Disinyalir bahwa level estrogen yang terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya kanker. Selain itu Caulerpa juga digunakan dalam penggunaan di akuarium untuk ikan hias yang berasal dari laut, sebagai hiasan yang bisa menstabilkan kualitas air dalam akuarium.

Untuk ciri-cirinya, berwarna hijau dengan thallus (cabang) berbentuk lembaran, batangan, dan bulatan. Selain itu memiliki tekstur lunak keras dan siphonous. Dengan rumpun berbentuk percabangan dari yang sederhana sampai yang kompleks sebagai representatif dari akar, batang, dan daun yang menjalar.

Sedangkan dalam perkembangbiakannya, terjadi dengan perkawinan gamet, spora, dan fragmentasi thallus atau vegetatif.

Untuk makanan olahan Latoh segar baik lalapan ataupun salad silahkan juga baca:


Kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang makanan yang unik dari Natuna, yaitu Latoh silong. Dalam bahasa Natuna silong artinya memakan makanan secara mentah, memang agak sedikit mirip memang dengan sashimi jepang, namun silong biasa identik dengan makanan dari laut yang di konsumsi secara mentah. Untuk cara penyajiannya juga berbeda, masyarakat Natuna biasanya akan terlebih dahulu membersihkan makanan yang hendak di buat silong dengan membasuhnya dengan perasan air jeruk lalu diamkan beberapa saat hingga bau amisnya hilang.


Selain di beberapa daerah di Indonesia, Latoh juga di kenal di mancanegara seperti di wilayah Asia, antara lain di negara Jepang, Korea dan China dan bahkan di Negara Eropa, karena tumbuhan sejenis rumput laut ini hampir tumbuh di seluruh dunia. Di luar negeri Latoh di kenal dengan "anggur laut" atau "kaviar hijau", di negara Malaisya bagian Sabah menyebutnya dengan "Latok" dan Filipina menyebutnya "Lato".

Tumbuhan ini sangat unik, selain memiliki biji buah yang kecil-kecil namun rasanya juga segar dan asin gurih, tumbuhan ini juga sangat kaya akan manfaat, Latoh atau bahasa lainnya Caulerpa selain sebagai konsumsi juga digunakan sebagai obat pada beberapa jenis penyakit. Hal ini karena Caulerpa mengandung zat antibakteri, antimikroba, antijamur, serta zat bioaktif untuk penyakit tekanan darah tinggi dan tumor. 



Kandungan klorofil (zat hijau daun) rumput laut ini bersifat antikarsinogenik. Juga kandungan serat, selenium, dan seng yang tinggi pada rumput laut ini bisa mereduksi (mengurangi) estrogen (jenis hormon). Disinyalir bahwa level estrogen yang terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya kanker.
Di Natuna Latoh di kenal memiliki 2 jenis yang bisa di makan, yaitu Latoh Dees (Caulerpa Racemosa) dalam bahasa Natuna yang artinya Latoh pedas dan juga Latoh Miyang (Cauerpa Lentillifera) yang artinya Latoh gatal. Masyarakat Natuna lebih menyukai rasa dari Latoh Miyang ketimbang Latoh Dees, karena Latoh Miyang di anggap rasanya tidak terlalu pedas di banding Latoh Dees, dan meskipun di ketahui keduanya memiliki rasa yang pedas.
Berikut resep sederhana cara membuat Latoh silong ala Natuna:
Bahan-bahan:

1. Latoh Dess atau Latoh Miyang segar 500gram

2. Jeruk nipis 3 buah

Cara membuatnya:

Bersihkan Latoh terlebih dahulu dengan air bersih sampai benar-benar bersih dari kotoran pasir yang biasanya menempel, dan kemudian iris dan peras jeruk nipis dalam sebuah wadah, lalu siapkan Latoh yang telah di cuci tadi dan kemudian di rendam atau di diamkan dalam perasan air jeruk hingga bau amisnya hilang (ingat jangan lupa Latoh di aduk agar air jeruknya merata di seluruh bagian).



Setelah itu tiris Latoh lalu siapkan di atas piring untuk di sajikan, dan kemudian tahap selanjutnya untuk membuat sambalnya.

Untuk membuat sambal sederhana untuk Latoh sangat mudah, dan rasanya juga di sesuaikan dengan selera yang di inginkan. Berikut cara sederhananya:



Bahan-bahan:

1. Cabe rawit hijau (Cabe rawit merahpun boleh) sebanyak 11 butir

2. Bawang merah 2 siung

3. Bawang putih 1 siung

4. Jeruk nipis 1 buah 

5. Garam 1/4 sendok makan

6. Vetsin 1/4 sendok makan


Cara membuatnya:

Bersihkan terlebih dahulu cabe rawit, bawang serta jeruk nipisnya, kemudian tumbuk kasar cabe rawit, bawang merah dan bawang putih lalu masukkan garam serta vetsin.

Setelah semua tercampur, lalu iris dan peras jeruk nipis 1 bagian kedalam sambal yang telah di tumbuk kasar tadi. Ingat jangan menumbuk terlalu halus, karena sambal yang di buat adalah sambal yang bentuknya agak kasar. Bila sambalnya kurang rasa asam maka cukupkan satu buah utuh jeruk nipis di peras kedalam sambal. 

Jika semua langkah di atas telah selesai maka siaplah sambal untuk silong latoh yang memiliki perpaduan rasa pedas, asin dan asam yang segar menyatu dengan sempurna dan akan semakin menambah selera makan. Biasanya masyarakat Natuna makan Latoh silong dengan nasi atau ikan salai, ikan goreng atau juga ikan bakar.

Jika ingin menambah rasa manis pada sambal cukup tambahkan gula, atau bisa juga mengganti jeruk nipis dengan jeruk yang rasanya manis.

Nah itulah resep sederhana membuat Latoh silong, semoga bermanfaat dan selamat mencobanya di rumah! 




Silong adalah makanan yang di konsumsi secara mentah-mentah yaitu khusus makanan laut seperti ikan, udang, kerang, gurita dan juga rumput laut seperti Latoh. Kalau di Jepang mungkin silong ala Natuna sama seperti makanan Sashimi, yaitu makanan yang di konsumsi secara mentah baik itu makanan laut, daging dan juga sayuran.


Silong Ikan Tuna



Tentunya dari kedua makanan tersebut ada perbedaanya, seperti Sashimi Jepang, ia tidak hanya terdiri dari makanan laut namun daging dan sayuran juga termasuk dalam kategori makanan ini. Pengolahannya juga berbeda, Sashimi ikan Tuna misalnya, setelah ikan di potong bagian yang di inginkan maka akan langsung di cuci dengan air bersih lalu di hidangkan dengan saus ala Sashimi Jepang, atau juga di iris demi potongan lalu di campur dengan kecap asin dan di aduk-aduk dalam sebuah mangkok. Untuk jenis ketebalan potongan daging Tuna memang berbeda-beda serta saus pendamping yang di gunakan bermacam-macam sesuai selera.


Sashimi Ikan Tuna dan Salmon



Letak perbedaannya dengan Silong Natuna adalah makanan ini selalu identik dengan makanan laut yang di konsumsi secara mentah, dengan cara penyajiannya makanan laut seperti ikan Tuna misalnya akan di cuci bersih bagian daging yang telah di potong, tentu bagian yang di potong harus bagian yang paling baik kualitasnya. Kemudian potongan daging Tuna di lumuri dengan perasan air jeruk nipis, agar bau amisnya hilang lalu hidangkan dengan sambal cabe rawit mentah.

Untuk jenis sambal yang di gunakan banyak jenisnya, hanya sesuai selera yang di inginkan. Masyarakat Natuna kebanyakan lebih menyukai sambal atau saus pendamping makanan silong yaitu rasa asin pedas manis dan rasa asam pedas, asin gurih. Rasa asin pedas manis bisa di peroleh yaitu dengan campuran cabe rawit yang telah di tumbuk dengan bahan-bahan lainnya dan di tahap akhir di tambah dengan perasan jeruk limau manis, sementara untuk rasa asam pedas asin gurih di dapat dengan campuran sambal cabe rawit yang di campur dengan perasan jeruk nipis.

Berikut adalah beberapa jenis makanan Silong khas Natuna: