Simbek adalah sebutan untuk ikan tuna oleh masyarakat Natuna, ikan Simbek atau ikan Tuna memiiki banyak jenis spesies yang tersebar di seluruh dunia, di antaranya terdapat lebih dari 48 spesies Tuna di dunia. Namun hanya beberapa ikan Tuna yang sangat terkenal di dunia selain dari segi ukuran, namun juga kualitas daging dan harganya yang bisa trilliunan rupiah, misalnya saja ikan Tuna sirip biru yang di hargai sangat mahal di Jepang dan negara-negara di dunia.
Masyarakat Jepang biasa mengkonsumsinya secara mentah atau di buat menjadi Sushi dan Sashimi, dan begitu juga di Natuna, di Natuna ada nama makanan yang di konsumsi secara segar atau mentah yang biasa di sebut silong. Makan silong biasa di buat dengan menggunakan bahan makanan yang di peroleh dari laut dalam keadaan segar, dan tidak lebih dari 12 jam tanpa di masukkan di dalam kulkas, karena semakin lama bahan disimpan lebih dari 12 jam maka rasanya semakin berkurang dan akan tumbuh banyak bakteri. Jadi sebelum membuat makanan silong pastikan bahan tidak lebih dari 12 jam yang tanpa di masukkan dalam kulkas dan 24 jam di dalam kulkas. Semakin segar makanan laut yang di peroleh maka semakin bagus kualitasnya.
Berikut salah satu resep makanan Silong dengan bahan ikan Simbek atau Tuna dan resep yang di buat adalah Silong Simbek dengan saus lemon:
Bahan-bahan:
1. Ikan Simbek atau Tuna 3 kg (pilihlah kualitas Tuna yang memiliki kualitas yang sangat baik)
2. Jeruk nipis 2 buah
Cara membuatnya:
Bersihkan ikan simbek/tuna dari kotoran dan juga buang insang serta isi perutnya, lalu cuci dengan air bersih.
Selanjutnya potong ikan tuna secara menyamping dari ekor sampai ke kepala, potonglah dengan hati-hati dan tinggalkan hanya tulangnya saja.
Jika langkah di atas telah selesai potonglah ikan simbek/tuna secara memanjang menjadi dua bagian dan seperti berikut hasilnya:
Setelah itu bersihkan ikan simbek/tuna dari kulitnya, kemudian potonglah ikan tuna sesuai dengan bentuk yang di inginkan. Jika telah selesai siapkan air perasan jeruk nipis dalam sebuah wadah dan rendam serta aduk ikan simbek/tuna dengan merata di dalam perasan jeruk nipis tersebut dan diamkan selama beberapa menit hingga bau amis hilang. Jika telah selesai tiriskan ikan simbek/tuna dan sajikan di atas piring.
Dan setelah itu siapkan bahan:
1. Lemon 1 buah (bisa juga di ganti dengan jeruk manis, jeruk nipis dan jeruk mandarin sesui yang selera)
2. Daun bawang 2 lembar (cukup gunakan bagian daun yang hijau saja)
3. Kecap asin 250ml (atau bisa juga di gunakan sesuai selera, dan pastikan kecap yang dipakai kualitas baik)
4. Garam 1/4 sendok makan
5. Vetsin 1/4 sendok makan
6. Gula 1/4 sendok makan
Cara membuatnya:
Potong buah lemon lalu peras dan masukkan dalam wadah kecil, kemudian campurkan semua bahan seperti kecap, garam, vetsin dan juga gula.
Tahap selanjutnya siramkan saus yang sudah di buat tadi kedalam piring berisi ikan simbek/tuna lalu aduk-aduk hingga merata.
Dan tahap terakhir adalah potong daun bawang kecil-kecil lalu taburkan di atas ikan simbek/tuna tadi, dan jadilah Silong simbek dengan saus lemon. Jika ingin mengganti saus dengan rasa yang lainnya bisa juga misal dengan menambah dengan sambal cabe rawit, bawang dan lain-lainnya, maka itu terserah sesuai selera anda. Semoga bermanfaat!
Baca artikel terkait lainnya:
Yuph! Kali ini saya akan membagikan resep makanan unik ini dari Natuna, yakni pulau kelahiran saya yang tercinta. Dan sedikit bercerita tentang makanan aneh bin unik ini, yaitu anggur laut atau kaviar hijau begitulah orang Jepang menyebutnya, sedangkan orang Natuna sendiri menyebutnya dengan nama Latoh. Sekilas memang mirip dengan anggur yang memiliki buah yang kecil-kecil, namun ia tumbuh di laut.
Latoh merupakan sejenis rumput laut yang yang bisa di makan, terutama untuk spesies Caulerpa Lentillifera dan Caulerpa Racemosa. Keduanya sama-sama memiliki rasa pedas, namun masyarakat Natuna lebih menyukai Caulerpa Lentillifera (Latoh Miyang dalam bahasa Natuna) ketimbang Caulerpa Racemosa (Latoh Dess dalam bahasa Natuna), karena Caulerpa Racemosa memiiki rasa yang lebih pedas.
Di Indonesia banyak juga terdapat tanaman Latoh ini, terutama untuk wilayah yang dekat dengan laut dan kondisi perairannya yang sangat baik untuk perkembangan tumbuhan ini di alam liar. Biasanya di beberapa tempat Latoh di jadikan lalapan yang di campur dengan kelapa dan sedikit rempah-rempah lainnya.
Latoh merupakan sejenis rumput laut yang yang bisa di makan, terutama untuk spesies Caulerpa Lentillifera dan Caulerpa Racemosa. Keduanya sama-sama memiliki rasa pedas, namun masyarakat Natuna lebih menyukai Caulerpa Lentillifera (Latoh Miyang dalam bahasa Natuna) ketimbang Caulerpa Racemosa (Latoh Dess dalam bahasa Natuna), karena Caulerpa Racemosa memiiki rasa yang lebih pedas.
Di Indonesia banyak juga terdapat tanaman Latoh ini, terutama untuk wilayah yang dekat dengan laut dan kondisi perairannya yang sangat baik untuk perkembangan tumbuhan ini di alam liar. Biasanya di beberapa tempat Latoh di jadikan lalapan yang di campur dengan kelapa dan sedikit rempah-rempah lainnya.
Di Natuna Latoh biasa di jadikan Silong atau di makan mentah, sebelum itu Latoh harus di cuci bersih dari kotoran yang menempel lalu di padukan dengan saus atau sambal pendamping yang memiliki rasa pedas manis, maupun asin gurih yang segar.
Dan berikut saya akan membagikan resep pembuatan salad Latoh yang di padukan dengan buah dan sayuran. Dengan perpaduan rasa antara Latoh yang memiliki rasa yang segar dan sedikit asin gurih di padukan dengan buah mangga dan jeruk dengan rasa yang manis yang segar, serta juga ada campuran sayur sawi dan sayur selada akan semakin menambah kaya rasa salad ini.
Rasa manis, asin dan asam yang segar sangat seimbang dalam salad ini, dan berikut resepnya.
Bahan-bahan:
1. Latoh Miyang (Caulerpa Lentillifela) dalam keadaan segar 500gram
2. Jeruk nipis 2 buah (untuk menghilangkan bau amis latoh)
3. Buah mangga 1 buah (pilihlah mangga yang rasanya manis)
4. Jeruk Mandarin 1 buah (atau juga bisa di ganti dengan jeruk lainnya yang rasanya manis)
5. Sayur sawi hijau 4 lembar.
6. Sayur selada merah 4 lembar
Cara membuat:
Bersihkan terlebih dahulu Latoh dengan air bersih, pastikan tidak ada kotoran dan pasir yang masih menempel.
Kemudian siapkan satu buah mangkok dengan isi air perasan jeruk nipis, lalu masukkan Latoh sambil di aduk lalu diamkan beberapa menit hingga bau amis hilang.
Tahap berikutnya, kupas buah mangga lalu potong dengan ukuran sesuai selera, ingat jangan terlalu besar. Kemudian kupas juga buah jeruk, setelah itu siapkan daun sawi dan daun selada dan taruhlah dalam mangkok. (Ingat buah sebelum di potong harus di bersihkan terlebih dahulu dengan air bersih dan termasuk juga sayur-sayuran)
Dan yang terakhir adalah menyajikan salad dalam satu wadah, sebelumnya tiriskan Latoh dari rendaman air perasan jeruk nipis dan kemudian satukan buah dan sayuran di atas.
Untuk penyajiannya terserah apabila buah dan sayuran di potong-potong lebih kecil lagi terlebih dahulu atau Latoh dan buah jeruk serta mangga di bungkus dalam daun sayur sawi dan selada kemudian di makan, itu semua sesuai selera anda masing-masing.
Dan itulah resep aneh bin unik dari Natuna, jangan lupa baca juga artikel terkait lainnya. Dan bagi anda yang tertarik untuk mencoba membuat salad ini, selamat mencoba. . . .!!
Silong dalam bahasa Natuna artinya makanan yang di konsumsi mentah-mentah, hampir sama memang dengan Sashimi dari Jepang, namun Silong hanya merujuk pada makanan mentah yang biasanya dari hasil laut seperti ikan, udang, kerang, gurita dan lain-lain. Pengolahannya memang sangat sederhana sama halnya sashimi, letak perbedaan dengan sashimi adalah olahan makanan silong yang telah di potong dan di bersihkan akan terlebih dahulu di lumuri dengan perasan air jeruk nipis agar bau amisnya hilang, yaa itulah cara orang unik orang Natuna dalam cara mengatasi bau amis dari makanan segar. Cara ini sangat ampuh 99% untuk mengatasi bau amis seperti ikan maupun daging sapi dan ayam.
Jika anda adalah penggemar makanan sashimi ala Jepang dan sering makan di restoran Jepang lalu mengganggap bahwa tradisi makan makanan laut secara mentah hanya di miliki oleh orang Jepang maka anda salah. Sebenarnya di Indonesia sendiri banyak tradisi seperti ini, namun hanya tidak terekspos ke luar, salah satunya makanan sashimi ala Jepang ini sudah ratusan tahun ada di budaya masyarakat Natuna, walau tidak ada pembuktian sejarah memang, tapi begitulah tutur masyarakat Natuna perihal makanan silong ini.
Pulau Natuna memang sangat kaya akan hasil tangkapan laut maka tak salah budaya makan silong melekat di daerah ini, pulau ini terberkati dengan mudahnya mendapatkan makanan laut yang sehat sekaligus amat bergizi.
Budaya makan makanan secara mentah memang tak banyak di lakukan oleh masyarakat di beberapa negara di dunia, khususnya bagi negara yang sangat susah memperoleh makanan yang segar secara langsung dari alam. Jepang salah satu negara yang memiliki kekayaan laut yang sangat besar, rata-rata masyarakatnya mengkonsumsi makanan olahan laut secara segar yakni tanpa di masak.
Memang keadaanlah yang membuat tradisi ini terus berlangsung di masyarakat seperti di negara Jepang, dan tak terkecuali juga di Natuna. Bila anda pencinta makanan sashimi lalu hendak melancong ke Natuna hendak mencari tau bagaimana rasa sashimi/silong ala Natuna, maka anda tak akan mudah menemukannya di rumah makan atau warung yang menjual makanan di pinggir jalan, karena rata-rata masyarakat tak menjualnya melainkan silong hanya untuk di konsumsi oleh keluarga sendiri. Namun jangan berkecil hati setelah membaca apa yang saya jelaskan bahwa makanan silong tidak di jual di Natuna, karena di Natuna anda bisa membuatnya sendiri dan caranya amat sangat mudah dan juga murah meriah.
Berikut salah satu resep makanan khas Natuna yakni Silong ikan simbek(Tuna) dengan saus jeruk limau yang mungkin bisa anda pelajari dan kemudian di praktekkan di rumah.
Bahan-bahan:
1. Ikan Tuna 3kg dengan kualitas daging yang baik
2. Jeruk nipis 3 buah
Cara membuat:
Langkah pertama potong terlebih dahulu ikan tuna secara menyamping dari ekor kemudian ke kepala, harus dengan hati-hati memotongnya, ingat pisahkan daging tuna dan hanya menyisakan bagian tulangnya saja.
Setelah langkah pertama selesai lanjut untuk memotong bagian ikan tuna di bagain sebelahnya, setelah selesai potonglah 2 bagian ikan tuna secara memanjang seperti gambar.
Setelah selesai buanglah kulit luar ikan tuna, karena yang di butuhkan untuk silong tentu saja daging tunanya.
Kemudian potong-potong daging ikan tuna sesuai selera, terserah seperti apa bentuk yang di inginkan baik berbentuk persegi, lancip atau pun dari segi ketebalan potongannya.
Selanjutnya iris 3 buah jeruk nipis dan peras masukkkan kedalam mangkok, kemudian lumuri semua potongan ikan tuna yang telah di potong kedalam mangkok tersebut, diamkan beberapa menit hingga amisnya hilang lalu sajikan di atas piring.
Jikal telah selesai maka lanjut ketahap berikutnya untuk cara membuat sausnya.
Bahan-bahan:
1. Jeruk limau manis 1 buah
2. Asam jawa 1 sendok makan
3.Gula pasir putih 1/4 sendok makan
4. Garam 1/4 sendok makan
5. Vetsin 1/4 sendok makan
Cara membuatnya:
Peras terlebih dahulu jeruk limau kedalam mangkok kecil, lalu campurkan dengan asam jawa, gula pasir, garam dan vetsin di aduk hingga merata. Dan saus jeruk limau manispun sudah siap di hidangkan.
Nah begitu mudahnya resep Silong simbek di buat, jika ingin tambahan rasa pedas cukup di tambah dengan cabe rawit sesuai selera. Selamat mencoba. . . .!!!
Baca juga artikel lainnya:
>> Silong Latoh Ala Natuna, Simbek Silong Dengan Saus Jeruk Limau Manis
Latoh adalah sejenis rumput laut dengan nama lainnya adalah Caulerpa dari kelompok Chlorophyceae (alga hijau). Jenis rumput laut ini dikenal
sebagai lalapan, salad atau sayuran yang sangat diminati oleh masyarakat dalam
negeri maupun luar negeri. Seperti Jepang, Korea, China, dan beberapa negara
Eropa.
Beberapa spesies terutama Caulerpa lentillifera dan C. racemosa biasa dimakan dan disebut dengan nama "kaviar hijau", atau "anggur laut", namun di Natuna Caulerpa lentillifera di sebut dengan Latoh Miyang (Miyang artinya gatal) dan C. racemosa adalah Latoh Dees (Dees artinya pedas). Keduanya memang memiliki rasa yang pedas, namun menurut masyarakat Natuna Latoh yang paling enak adalah Latoh Miyang, karena selain biji buah lebih kecil begitu juga batangnya, akan tetapi rasanya juga lebih enak dari Latoh Dees karena tidak terlalu pedas.
![]() |
| Caulerpa Racemosa |
![]() |
| Caulerpa Lentillifera |
Latoh atau anggur laut biasa dimakan dalam masakan Indonesia, biasanya Latoh di makan dalam keadaan segar bisa di buat lalapan, salad ataupun sayuran lainnya. Di negara Malaisya bagian Sabah biasa menyebutnya Latok dan Filipina menyebutnya dengan Lato.
Untuk Latoh jenis Caulerpa Lentillifera sangat di minati di beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea dan China. Pasar ekspor Caulerpa saat ini cukup terbuka meski di beberapa negara seperti Jepang
sudah mengembangkan budidayanya. Rumput laut yang juga dikenal sebagai
lawi-lawi atau latoh ini masuk dalam kategori tumbuhan tingkat rendah
yang hidup dengan menempel pada substrat pasir.
Caulerpa, selain sebagai konsumsi juga digunakan sebagai
obat pada beberapa jenis penyakit. Hal ini karena Caulerpa mengandung
zat antibakteri, antimikroba, antijamur, serta zat bioaktif untuk
penyakit tekanan darah tinggi dan tumor.
Kandungan klorofil (zat hijau daun) rumput laut ini bersifat
antikarsinogenik. Juga kandungan serat, selenium, dan seng yang tinggi
pada rumput laut ini bisa mereduksi (mengurangi) estrogen (jenis hormon).
Disinyalir bahwa level estrogen yang terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya
kanker. Selain itu Caulerpa juga digunakan dalam penggunaan di akuarium
untuk ikan hias yang berasal dari laut, sebagai hiasan yang bisa
menstabilkan kualitas air dalam akuarium.
Untuk ciri-cirinya, berwarna hijau dengan thallus (cabang) berbentuk
lembaran, batangan, dan bulatan. Selain itu memiliki tekstur lunak keras
dan siphonous. Dengan rumpun berbentuk percabangan dari yang sederhana
sampai yang kompleks sebagai representatif dari akar, batang, dan daun
yang menjalar.
Sedangkan dalam perkembangbiakannya, terjadi dengan perkawinan gamet, spora, dan fragmentasi thallus atau vegetatif.
Untuk makanan olahan Latoh segar baik lalapan ataupun salad silahkan juga baca:










